Rabu, 14 Juli 2010

Mikroskop Digital Dan Pengolah citra Digital

Mikroskop Digital

Pemakaian komputer dan mikroskop sebagai alat bantu dalam bidang pendidikan dan penelitian semakin banyak diterapkan dan dirasakan manfaatnya. Dalam penyampaian materi pelajaran, maupun pengolahan data penggunaan komputer memiliki beberapa kelebihan seperti dapat menampilkan teks, gambar, maupun animasi, bersifat interaktif, dan dapat digunakan sewaktu-waktu. Mikroskop dalam bidang pendidikan digunakan untuk mengamati benda-benda yang berukuran kecil seperti serat kayu, bakteri.

Selama ini kebanyakan mikroskop yang banyak dipakai masih merupakan mikroskop analog. Dimana hasil dari pengamatan hanya bisa dilihat di mikroskop itu sendiri, sehingga hasil dari pengamatan tersebut tidak bisa diolah. Pada sekolah-sekolah yang mempunyai peralatan terbatas misalnya penggunaan mikroskop analog kurang efisien, karena pengamatan dilakukan secara bergantian. Sehingga hasil pengamatan terhadap satu benda antara siswa satu dengan siswa yang lainnya bisa berbeda-beda.


Citra digital

Citra didefinisikan sebagai fungsi intensitas cahaya dua dimensi f(x,y) dimana x dan y menunjukkan koordinat spasial, dan nilai f pada suatu titik (x,y) sebanding dengan kecerahan (brightness) yang biasanya dinyatakan dalam tingkatan abu-abu (gray-level) dari citra di titik tersebut. Citra digital adalah citra dengan f(x,y) yang nilainya didigitalisasikan (dibuat diskrit) baik dalam koordinat spasialnya maupun dalam gray-levelnya. Digitalisasi dari koordinat spasial citra disebut dengan image sampling, sedangkan digitalisasi dari gray-level citra disebut dengan gray-level quantization.

Citra digital dapat dibayangkan sebagai suatu matriks dimana baris dan kolomnya menunjukkan suatu titik di dalam citra, dan nilai elemen matriks tersebut menunjukkan gray-level di titik tersebut. Elemen-elemen dari citra digital tersebut biasanya disebut dengan pixel, yang merupakan singkatan dari picture elements. Tujuan pengolahan citra digital adalah untuk mendapatkan citra baru yang lebih sesuai untuk digunakan dalam aplikasi tertentu. Salah satu jenis pengolahan citra adalah yang disebut dengan contrast stretching. Contrast stretching ini adalah teknik yang digunakan untuk mendapatkan citra baru dengan kontras yang lebih baik daripada kontras dari citra asalnya. Citra yang memiliki kontras rendah dapat terjadi karena kurangnya pencahayaan, kurangnya bidang dinamika dari sensor citra, atau kesalahan setting pembuka lensa pada saat pengambilan citra. Ide dari proses contrast stretching adalah untuk meningkatkan bidang dinamika dari gray-level di dalam citra yang akan diproses. Proses contrast stretching termasuk proses perbaikan citra yang bersifat point processing, yang artinya proses ini hanya tergantung dari nilai intensitas (gray-level) dari satu pixel, tidak tergantung dari pixel lain yang ada di sekitarnya.


download dokumen disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar